Koperasi Mahasiswa sebagai Wadah Pendidikan Wirausaha bagi Pemuda

Oleh Farida Putri Ramadhani

Dalam dunia pendidikan salah satu tantangannya ialah banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak mampu mengimplementasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dibuktikan melalui data Kemdikbudristek, sebanyak 13,33% lulusan perguruan tinggi masih berstatus pengangguran. Sementara, di era globalisasi saat ini dituntut untuk dapat bersaing dengan mempersiapkan pendidikan untuk menyediakan SDM berkualitas.

Melihat permasalahan tersebut, maka entrepreneurship menjadi sebuah jalur yang berpotensial tinggi untuk dapat dikembangkan. Dalam dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi terdapat organisasi sebagai wadah pendidikan wirausaha yakni koperasi mahasiswa. Dengan begitu, koperasi mahasiswa menjadi sebuah solusi untuk meminimalisir adanya pengangguran.

Koperasi adalah sebuah badan hukum atau organisasi ekonomi yang dimiliki serta dikelola oleh para anggotanya demi tercapainya kebutuhan dan kepentingan bersama. Sehingga, koperasi mahasiswa dapat didefinisikan sebagai miniatur kegiatan perekonomian sekaligus memberikan pendidikan wirausaha kepada mahasiswa. Pengertian tersebut didasarkan pada prinsip yang tertuang dalam Undang-undang No. 25 Tahun 1992 pasal 5 ayat 2 tentang pendidikan perkoperasian.

Adapun beberapa manfaat yang diperoleh dalam koperasi mahasiswa yakni memperluas pengetahuan terkait dengan perkoperasian, belajar organisasi sekaligus berwirausaha. Sehingga, hal tersebut mengidentifikasi bahwa koperasi mahasiswa merupakan wadah praktik bagi mahasiswa untuk membangun serta mengembangkan mental kewirausahaan.

Sebagai salah satu bentuk implementasi koperasi mahasiswa dalam memberikan pendidikan wirausaha yakni adanya acara Stadium General Pendidikan Perkoperasian (SGPP). Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa baru yang sukarela bergabung dalam koperasi mahasiswa. Sehingga, acara tersebut adalah langkah awal pendidikan perkoperasian agar anggota baru memperoleh bekal pengetahuan mengenai perkoperasian. Acara tersebut diadakan satu tahun sekali, dan tentu mahasiswa akan mendapatkan pendidikan dari praktisi koperasi nasional.

Pada akhirnya, Koperasi Mahasiswa sebagai kegiatan mahasiswa dengan tujuan menjadi wadah menciptakan pengusaha dengan asas kekeluargaan, kebersamaan, gotong-royong, dan kerjasama mampu mencetak mahasiswa yang memiliki jiwa kewirausahaan. Sinergi optimalisasi kegiatan koperasi mahasiswa dengan pendidikan dan pelatihan dalam pengembangannya tidak menutup kemungkinan dapat meminimalisir pengangguran lulusan perguruan tinggi melalui munculnya pengusaha-pengusaha dari kalangan mahasiswa.

You May Also Like

About the Author: Kopma Walisongo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *