Koperasi Di Era Milenial

Oleh: Sheila Tanjaya R

Koperasi di Era Milenium Badan publik di Indonesia sangat beragam, salah satunya Koperasi. Koperasi adalah badan publik yang relatif unik, karena pengelolaan dan kepemilikan ditangani oleh anggotanya sendiri. Dalam sejarah koperasi Indonesia mempunyai peran penting dalam mengangkat krisis ekonomi yang terjadi sekitar abad ke-20. Seperti yang kita ketahui Bapak Koperasi Indonesia adalah Wakil Presiden Pertama Bapak Mohammad Hatta. Namun seiring berjalannya waktu, koperasi mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Banyak yang menganggap koperasi sudah ketinggalan zaman. Apalagi di era modern sekarang ini, banyak kaum milenial yang ikut menilai koperasi tidak menarik. Generasi milenial atau biasa disebut generasi Y ini, adalah anak-anak yang lahir di era modern dan teknologi maju sekitar tahun 1980-an-2000-an. Kurangnya daya tarik merupakan masalah serius, karena wajah baru penerus koperasi adalah generasi milenial kita sendiri. Jika kita yang dipanggil sebagai penerus sudah kehilangan minat untuk mendukung koperasi, maka di masa depan koperasi tidak akan memiliki penerus dan akan tenggelam seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, kita generasi milenial juga harus berperan aktif dalam menghidupkan dan memajukan koperasi. Di era modern ini, koperasi memiliki berbagai tantangan yang harus dihadapi seperti permasalahan terkait bagaimana cara merubah persepsi masyarakat terhadap koperasi kuno, dan bagaimana menarik generasi millennial untuk berpartisipasi aktif dalam koperasi. Salah satu contoh dalam menghadapi tantangan tersebut adalah dengan memperkenalkan koperasi dengan perspektif berbeda yang dapat memberikan persepsi baru terkait koperasi, seperti dengan mengadakan acara atau perlombaan yang dapat menarik minat anak-anak milenial seperti kita. Memanfaatkan teknologi yang semakin maju dalam penyelenggaraan koperasi seperti pemanfaatan media sosial dalam menyebarkan informasi terkini tentang koperasi atau kegiatan yang telah dilaksanakan, tidak hanya terkait dengan penyebaran informasi tetapi juga dalam pelayanan atau pekerjaan koperasi. Koperasi juga harus siap berinovasi dan masih banyak hal yang bisa diterapkan untuk menarik perhatian anak milenial. Meski banyak hal yang bisa dilakukan, namun ada hal penting yang perlu diperhatikan agar tidak kehilangan jati diri koperasi. Koperasi harus menjaga nilai-nilai koperasi dalam pelaksanaannya dan tidak menyimpang dari ketujuh prinsip koperasi. Jadi, untuk menopang kehidupan koperasi harus benar-benar direalisasikan bukan hanya wacana belaka. Dengan realisasi yang nyata diharapkan koperasi
dapat mengikuti perkembangan jaman, dan banyak generasi milenial yang mulai tertarik
untuk bergabung dengan koperasi. Sehingga dapat meningkatkan potensi koperasi di masa
yang akan datang.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi

You May Also Like

About the Author: Kopma Walisongo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *